<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379</id><updated>2011-09-28T18:23:47.958-07:00</updated><category term='TIN'/><title type='text'>tulisanku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-911620617439867339</id><published>2011-05-26T07:11:00.001-07:00</published><updated>2011-05-26T07:14:35.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIN'/><title type='text'>Cerita Sensasi TIN pas Wisuda</title><content type='html'>Cerita WISUDA Tahap IV (25 Mei 2011)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Dept. Teknologi Industri Pertanian seolah menjadi Icon, banyak dikenal wisudawan &amp;amp; tamu yg hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petama, ketika Rektor IPB memberikan pidato wisuda, yang menyampaikan keberhasilan tetangga kita (red: ITP) yang sudah mendapatkan *Akreditasi Internasional Lembaga Pangan Dunia. Setelahnya hanya FKH &amp;amp; TIN yg disebut. Saat ini FKH sedang dalam proses mendapatkan Akreditasi dari Lembaga Veteriner Dunia, dan tentu juga TIN yang sedang dalam Proses mendapatkan Akreditasi Internasional dari Lembaga Enginering Amerika, yang sudah kita kenal dgn *ABET. Tepuk tangan meriah dari seluruh yang ada di dalam GWW, termasuk Om Menteri Komunikasi &amp;amp; Informatika RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika prosesi memindahkan kuncir oleh Rektor, ada salah satu teman kita yang membuat sensasi, yang kreatif dalam membuat cara baru memindahkan kuncir. Kalau yang benar dalam prosesi ini kan *Kita Menunduk, Kuncir dulu dipindahin baru Kita Salaman dengan Rektor, tapi ada juga yang suka kebalik, yaitu minta salaman dulu baru pindahin kuncir (jelas ini ga diterima Rektor &amp;amp; pasti dibenerin). Ada yang menarik karena salah satu teman kita tidak mengikuti keduanya, yaitu beliau *Menundukkan kepala dulu, dan pada saat tangan Rektor mendekat ke kepala untuk mindahin Kuncir, eh tangan temen kita ini malah nyambut ngajakin Salaman sebelum kuncir dipindah. :D *Kreatif. Kejadian ini juga pas di Close Up sama kamera di dalam GWW. (untungnya Rektor segera ngasih tahu yg bener).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, salah satu teman kita juga menjadi lulusan terbaik Fakultas, jadi dipanggil ke depan bersama lulusan terbaik fakultas lain untuk mendapat penghargaan. *Mantap Jaya.! Bukan itu yang menadi sensasi, tapi ketika dipanggil untuk bersalaman dengan Rektor, Wakilnya, dan Ketua Senat Akademik. MC memanggil satu persatu lulusan terbaik, dimulai dari program doktor, dan pada saat tiba giliran teman kita ini, dia sudah berjalan maju hampir selangkah lagi di poduim, eh malah balik lagi ke tempatnya karena merasa bukan dia yang dipanggil. Padahal kami yang mendengar sangat yakin namanya yg disebut. Mungkin beliau merasa bukan dirinya yang dipanggil karena tidak sesuai urutan fakultas A, B, C, ... F. Untungnya langsung disambut petugas pemandu &amp;amp; langsung diarahkan untuk maju. *Karena memang MC memanggil tidak urut fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, di akhir acara kan ada pesan/sambutan dari Ketua Himpunan Alumni IPB, dan ternyata salah satu teman kita menjadi perwakilan sarjana yang mendapat kenang-kenangan (berupa pin) dari Alumni. *kita menyebutnya tumbal :D. Selesai meberikan pidato, Ketua Himpunan Alumni memberikan 2 PIN kepada wisudawan, dari program pascasarjana (Lulusan tercepat) dan teman kita (ga tau kenapa?? cuma ditarik aja sama Bu Ratna sehari sebelumnya). Di depan kamera &amp;amp; pada posisi Close up, eh dia *Cipika-Cipiki sama Ketua Himpunan Alumni. Disambut senyum sama hadirin yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;kenangan seumur hidup. bwt ceirta ke anak cucu cicit&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-911620617439867339?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/911620617439867339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2011/05/cerita-sensasi-tin-pas-wisuda.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/911620617439867339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/911620617439867339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2011/05/cerita-sensasi-tin-pas-wisuda.html' title='Cerita Sensasi TIN pas Wisuda'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-4793938035775634403</id><published>2011-02-18T20:06:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T20:07:42.048-08:00</updated><title type='text'>IPB Telah Publikasikan Hasil Penelitian Tentang Enterobacter sakazakii</title><content type='html'>IPB Telah Publikasikan Hasil Penelitian Tentang Enterobacter sakazakii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 16 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  putusan  MA yang mewajibkan para tergugat untuk  mempublikasikan nama produsen  susu formula yang mengandung bakteri Enterobacter sakazakii, sebenarnya  penelitian tersebut telah dipresentasikan oleh Dr. Sri Estuningsih  sebagai peneliti pada seminar hasil-hasil penelitian di IPB tahun 2007,  dan juga dipresentasikan dalam kapasitasnya sebagai narasumber pada  rapat penentuan standar mutu pangan di BPOM pada tahun 2006. Penelitian  yang sama juga telah dilakukan oleh Dr. Sri Estuningsih pada tahun  2003-2004 dan hasilnya telah dipublikasikan pada beberapa jurnal  internasional seperti Journal of Food Protection Vol. 69 tahun 2006 dan  International Journal of Food Microbiology Vol. 116 tahun 2007 dan Vol.  136 tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Penelitian dalam rangka pengawasan keamanan  pangan untuk mengungkap merek susu formula yang aman atau tidak,  bukanlah kewenangan IPB, melainkan hal tersebut merupakan kewenangan  BPOM sebagai bagian dari penegakan hukum dan aturan  mengenai keamanan pangan yang beredar di pasaran” jelas Herry  Suhardiyanto, rektor IPB di Bogor pada hari ini (14/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Rektor IPB, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Sri Estuningsih pada  tahun 2006 masih merupakan tahap awal dari rangkaian penelitian untuk  memperoleh informasi lebih lengkap tentang virulensi dan risiko yang  ditimbulkan, sehingga dapat diketahui pula cara pencegahannya. Alhasil,  penelitian IPB tentang isolasi Enterobacter sakazakii  telah menjadi  rujukan penting dalam pengembangan standar mutu susu formula dan makanan  bayi di Indonesia. Standar mutu susu formula dan makanan untuk bayi itu  ditetapkan pemerintah pada bulan Oktober 2008 atau beberapa bulan sejak  hasil penelitian IPB itu dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“IPB sangat  mengapresiasi BPOM, yang telah melakukan penelitian pengawasan setelah  hasil penelitian Dr. Sri Estuningsih tersebut dipublikasikan,”  tambah  Herry. IPB juga mengajak masyarakat untuk  mempercayai hasil penelitian pengawasan sejak tahun 2008 tersebut, yang  menunjukkan bahwa tidak ditemukannya kontaminan E. sakazakii pada semua  sampel susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penelitian tersebut, Sri  Estuningsih menyatakan telah berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi  bakteri E. sakazakii. “Kami juga mempelajari sifat virulensinya yang  merupakan penelitian bidang patologi dengan mengujicobakannya pada  mencit atau anak tikus” jelas Sri Estuningsih. Lebih lanjut Sri  mengutarakan bahwa penelitian ini bukan ditujukan untuk menguji merek  susu formula dan makanan untuk bayi yang mana saja yang tercemar  melainkan untuk memberikan kontribusi terhadap khasanah ilmu pengetahuan  dan perbaikan standar mutu pangan dan cara praktis pencegahannya.&lt;br /&gt;Sesuai  dengan karakter bakteri E. sakazakii yang rentan terhadap panas dan  tereliminasi pada suhu 72oC selama 15 detik, maka masyarakat tidak perlu  khawatir terhadap keberadaan bakteri tersebut, selama proses  penyiapan dan penyajian susu formula dilakukan dengan baik. Dalam pada  itu, pemberian ASI jelas lebih sehat dan lebih baik. Namun, bila harus  memberikan susu formula kepada bayi maka susu tersebut harus diberikan  dengan cara yang benar yaitu menggunakan air dengan suhu lebih dari 70oC  atau 10 menit setelah air mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPB memegang teguh komitmen  untuk selalu berpihak pada kepentingan masyarakat luas, sebagai bagian  Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Untuk  masalah kandungan E. sakazakii pada susu formula ini, IPB telah proaktif  melakukan serangkaian kegiatan riset lanjutan dengan tetap berpedoman  norma akademik yang mencakup riset bidang patologi dan keamanan pangan.  Menurut Herry, seandainya kami harus mengumumkan 5 sampel yang  mengandung E. sakazakii dari 22 sampel yang diteliti pada tahun 2006,  maka akan terjadi ketidakadilan antara merek susu formula yang diambil  sampelnya yaitu 22 sampel dan merek susu formula  lainnya yang tidak diambil sebagai sampel. Hal ini karena memang yang  dilakukan Dr. Sri Estuningsih bukan penelitian pengawasan sebagaimana  kewenangan BPOM, melainkan penelitian isolasi yang bertujuan mempelajari  tentang virulensi dan risiko yang ditimbulkan oleh bakteri E.  sakazakii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut herry, IPB saat ini memang berada dalam  situasi yang sulit. “Di satu sisi, kami harus menjunjung tinggi etika  akademik, di sisi lain harus patuh hukum. Saya berharap akan ada jalan  keluar yang berlandaskan hukum agar kami tak perlu melanggar etika  akademik karena mengumumkan merek susu formula yang sampelnya dulu  pernah mengandung E sakazakii. Namun, untuk keberpihakan kepada  kepentingan masyarakat, jangan ragukan concern IPB, karena salah satu  tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat, dan IPB  mempunyai sejarah panjang dalam hal pengabdian kepada masyarakat,”  pungkas Herry.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFORMASI LENGKAP HUBUNGI:&lt;br /&gt;HUMAS IPB -  Kantor Sekretariat Eksekutif IPB&lt;br /&gt;Jl. Raya Darmaga Kampus IPB Darmaga Bogor 16680&lt;br /&gt;West Java, Indonesia.&lt;br /&gt;Phone. +62 251 8622634&lt;br /&gt;e-mail : &lt;a rel="nofollow"&gt;humas_se@ipb.ac.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-4793938035775634403?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/4793938035775634403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2011/02/ipb-telah-publikasikan-hasil-penelitian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/4793938035775634403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/4793938035775634403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2011/02/ipb-telah-publikasikan-hasil-penelitian.html' title='IPB Telah Publikasikan Hasil Penelitian Tentang Enterobacter sakazakii'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-3336197792201018159</id><published>2010-12-29T19:54:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T19:57:50.052-08:00</updated><title type='text'>SYAIR UNTUK SEORANG PETANI DARI WAIMITAL, PULAU SERAM, YANG PADA HARI INI PULANG KE ALMAMATERNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;(dari Kembalikan Indonesia Kepadaku , TAUFIQ  ISMAIL)&lt;br /&gt;Darmaga, 22 September1979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mahasiswa tingkat  terakhir&lt;br /&gt;ketika di tahun 1964 pergi ke pulau Seram&lt;br /&gt;untuk  tugas membina masyarakat tani di sana.&lt;br /&gt;Dia menghilang&lt;br /&gt;15  tahun lamanya.&lt;br /&gt;Orangtuanya di Langsa&lt;br /&gt;memintanya pulang.&lt;br /&gt;IPB memanggilnya&lt;br /&gt;untuk merampungkan studinya,&lt;br /&gt;tapi  semua&lt;br /&gt;sia-sia. &lt;p&gt;II&lt;br /&gt;Dia di Waimital jadi petani&lt;br /&gt;Dia menyemai benih padi&lt;br /&gt;Orang-orang menyemai benih padi&lt;br /&gt;Dia membenamkan pupuk di bumi&lt;br /&gt;Orang-orang membenamkan pupuk di  bumi&lt;br /&gt;Dia menggariskan strategi irigasi&lt;br /&gt;Orang-orang  menggali tali air irigasi&lt;br /&gt;Dia menakar klimatologi hujan&lt;br /&gt;Orang-orang menampung curah hujan&lt;br /&gt;Dia membesarkan anak cengkeh&lt;br /&gt;Orang kampung panen raya kebun cengkeh&lt;br /&gt;Dia mengukur cuaca  musim kemarau&lt;br /&gt;Orang-orang jadi waspada makna bencana kemarau&lt;br /&gt;Dia meransum gizi sapi Bali&lt;br /&gt;Orang-orang menggemukkan sapi Bali&lt;br /&gt;Dia memasang fondasi tiang lokal sekolah&lt;br /&gt;Orang-orang memasang  dinding dan atapnya&lt;br /&gt;Dia mengukir alfabet dan mengamplas  angka-angka&lt;br /&gt;Anak desa jadi membaca dan menyerap matematika&lt;br /&gt;Dia merobohkan kolom gaji dan karir birokrasi&lt;br /&gt;Kasim Arifin, di  Waimital&lt;br /&gt;Jadi petani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;III&lt;br /&gt;Dia berkaus oblong&lt;br /&gt;Dia bersandal jepit&lt;br /&gt;Dia berjalan kaki&lt;br /&gt;20 kilo sehari&lt;br /&gt;Sesudah meriksa padi&lt;br /&gt;Dan tata palawija&lt;br /&gt;Sawah dan  ladang&lt;br /&gt;Orang-orang desa&lt;br /&gt;Dia melintas hutan&lt;br /&gt;Dia  menyeberang sungai&lt;br /&gt;Terasa kelepak elang&lt;br /&gt;Bunyi serangga  siang&lt;br /&gt;Sengangar tengah hari&lt;br /&gt;Cericit tikus bumi&lt;br /&gt;Teduh pohonan rimba&lt;br /&gt;Siang makan sagu&lt;br /&gt;Air sungai jernih&lt;br /&gt;Minum dan wudhukmu&lt;br /&gt;Bayang-bayang miring&lt;br /&gt;Siul burung  tekukur&lt;br /&gt;Bunga alang-alang&lt;br /&gt;Luka-luka kaki&lt;br /&gt;Angin  sore-sore&lt;br /&gt;Mandi gebyar-gebyur&lt;br /&gt;Simak suara azan&lt;br /&gt;Jamaah menggesek bumi&lt;br /&gt;Anak petani mengaji&lt;br /&gt;Ayat-ayat alam&lt;br /&gt;Anak petani diajarnya&lt;br /&gt;Logika dan matematika&lt;br /&gt;Lampu  petromaks bergoyang&lt;br /&gt;Angin malam menggoyang&lt;br /&gt;Kasim merebah  badan&lt;br /&gt;Di pelupuh bambu&lt;br /&gt;Tidur tidak berkasur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IV&lt;br /&gt;Dia berdiri memandang ladang-ladang&lt;br /&gt;Yang ditebas dari hutan  rimba&lt;br /&gt;Di kakinya terjepit sepasang sandal&lt;br /&gt;Yang dipakainya  sepanjang Waimital&lt;br /&gt;Ada bukit-bukit yang dulu lama kering&lt;br /&gt;Awan tergantung di atasnya&lt;br /&gt;Mengacungkan tinju kemarau yang  panjang&lt;br /&gt;Ada bukit-bukit yang kini basah&lt;br /&gt;Dengan wana sapuan  yang indah&lt;br /&gt;Sepanjang mata memandang&lt;br /&gt;Dan perladangan yang  sangat panjang&lt;br /&gt;Kini telah gembur, air pun berpacu-pacu&lt;br /&gt;Dengan sepotong tongkat besar, tiga tahun lamanya&lt;br /&gt;Bersama puluhan  transmigran&lt;br /&gt;Ditusuk-tusuknya tanah kering kerontang&lt;br /&gt;Dikais-kaisnya tanah kering kerontang&lt;br /&gt;Dan air pun berpacu-pacu&lt;br /&gt;Delapan kilometer panjangnya&lt;br /&gt;Tanpa mesin-mesin, tiada  anggaran belanja&lt;br /&gt;Mengairi tanah 300 hektar luasnya&lt;br /&gt;Kulihat  potret dirimu, Sim, berdiri di situ&lt;br /&gt;Muhammad Kasim Arifin, di  sana,&lt;br /&gt;Berdiri memandang ladang-ladang&lt;br /&gt;Yang telah  dikupasnya dari hutan rimba&lt;br /&gt;Kini sekawanan sapi Bali  mengibas-ngibaskan ekor&lt;br /&gt;Di padang rumput itu&lt;br /&gt;Rumput gajah  yang gemuk-gemuk&lt;br /&gt;Sayur-mayur yang subur-subur&lt;br /&gt;Awan  tergantung di atas pulau Seram&lt;br /&gt;Dikepung lautan biru yang amat  cantiknya&lt;br /&gt;Dari pulau itu, dia telah pulang&lt;br /&gt;Dia yang  dikabarkan hilang&lt;br /&gt;Lima belas tahun lamanya&lt;br /&gt;Di Waimital  Kasim mencetak harapan&lt;br /&gt;Di kota kita mencetak keluhan&lt;br /&gt;(Aku  jadi ingat masa kita diplonco&lt;br /&gt;Dua puluh dua tahun yang lalu)&lt;br /&gt;Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca&lt;br /&gt;Kulihat mukaku  yang keruh dan leherku yang berdasi&lt;br /&gt;Kuludahi bayanganku di air  itu karena rasa maluku&lt;br /&gt;Ketika aku mengingatmu, Sim&lt;br /&gt;Di  Waimital engkau mencetak harapan&lt;br /&gt;Di kota, kami …&lt;br /&gt;Padahal  awan yang tergantung di atas Waimital, adalah&lt;br /&gt;Awan yang  tergantung di atas kota juga&lt;br /&gt;Kau kini telah pulang&lt;br /&gt;Kami  memelukmu.&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= =========  ========= ========= ======&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Bagian IV syair  puisi ini dibacakan oleh sahabatnya, yakni Bpk Taufiq Ismail,&lt;br /&gt;pada hari wisuda Institut Pertanian Bogor di kampus Darmaga, Sabtu, 22  September 1979,&lt;br /&gt;sesudah Antua M. Kasim Arifin (lahir Langsa-Aceh  Timur, 18 April 1938) menerima gelar Insinyur Pertanian.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kasim yang sudah 15 tahun dikabarkan hilang (sejak  melaksanakan Kuliah Kerja Nyata thn 1964&lt;br /&gt;untuk memperkenalkan  program Panca Usaha Tani) tapi ternyata menanam akar di Waimital –  Maluku,&lt;br /&gt;sehingga enggan memenuhi panggilan Rektor Prof. Dr. Ir.  Andi Hakim Nasoetion.&lt;br /&gt;Pada kali ketiga kedatangan utusan Rektor,  yaitu sahabatnya Saleh Widodo, baru Kasim mau datang ke Bogor.&lt;br /&gt;Dia terharu karena penghargaan alma maternya, tapi pada hakekatnya dia  tidak memerlukan gelar akademik.&lt;br /&gt;Pada hari wisuda itu Kasim yang  berbelas tahun berkaus oblong dan bersandal jepit saja,&lt;br /&gt;kegerahan karena mengenakan jas, dasi dan sepatu, hadiah patungan  sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;Mahasiswa-mahasiswa IPB mengerubunginya  selalu dan mengaguminya&lt;br /&gt;sebagai teladan keikhlasan pengamalan  ilmu pertanian di pedesaan.&lt;br /&gt;Berbagai tawaran pekerjaan  disampaikan padanya, tapi dia kembali lagi ke desa Waimital sesudah  wisuda.&lt;br /&gt;Kemudian sesudah itu dia menerima pekerjaan sebagai  dosen di  Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, di tanah asalnya (pensiun  tahun  1994)&lt;br /&gt;Tawaran meninjau pertanian di Amerika Serikat  ditolaknya.&lt;br /&gt;Ketika ditanya kenapa kesempatan jalan-jalan ke A.S.  itu tak  diterimanya, sambil tertawa Kasim berkata bahwa pertama-tama  jangankan  bahasa Inggris, bahasa Indonesianya saja sudah banyak lupa.&lt;br /&gt;Kemudian yang penting lagi, katanya, apa manfaatnya meninjau  pertanian  di sana, yang berbeda sekali dengan pertanian kita di sini.  Kesempatan  meninjau sambil liburan tamasya ke A.S. itu tak menarik  hatinya..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;WAHAI NEGERI, BERI KESEMPATAN BAGI KAMI UNTUK TIDAK  PERNAH PUTUS ASA MENCINTAI NEGERI INI….INDONESIA! !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;====&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(ngopi dari blog tetangga)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-3336197792201018159?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/3336197792201018159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/12/syair-untuk-seorang-petani-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/3336197792201018159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/3336197792201018159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/12/syair-untuk-seorang-petani-dari.html' title='SYAIR UNTUK SEORANG PETANI DARI WAIMITAL, PULAU SERAM, YANG PADA HARI INI PULANG KE ALMAMATERNYA'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-2830504240460452853</id><published>2010-05-24T02:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T02:45:17.354-07:00</updated><title type='text'>Ainun, Istri dan Dokter Habibie (dari Kompas.com)</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;   &lt;p&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran sosok Ainun Habibie semasa hidupnya dinilai mempunyai arti tersendiri sebagai istri maupun ibu teladan. Setidaknya pengakuan ini disampaikan oleh promotor musik terkemuka Adrie Soebono yang adalah keponakan mantan Presiden RI BJ Habibie atau anak kakak tertua BJ Habibie di kediaman duka di Patra Kuningan XIII, No. 1, Jakarta. .&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adrie Soebono mengaku pernah dididik oleh Ibu Ainun sejak umur 14 tahun saat ia menetap selama 8 tahun di Jerman. "Enggak pernah sekalipun diomelin justru saya disayang padahal saya lagi bandel-bandelnya," ujar Adrie Soebono&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Bu Ainun ini cantik sekali waktu mudanya. Tahun 1962, dia pacaran dengan Pak Habibie di rumah orang tua saya," tambahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Pak Habibie ini enggak bisa lepas dari Ibu Ainun, mereka pasangan yang sangat serasi. Ke mana-mana selalu berdua. Selama Ibu Ainun sakit, Pak Habibie selalu ada di samping, dia enggak pernah ninggalin rumah sakit."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adrie Soebono justru saat ini khawatir dengan kondisi kesehatan Habibie. Ini karena Ibu Ainun yang pernah berprofesi sebagai dokter semasa hidupnya merupakan orang yang mengendalikan obat-obat yang biasa dikonsumsi Habibie.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adrie Soebono mengaku terakhir kali bertemu Ibu Ainun 2 bulan lalu sebelum beliau berangkat berobat ke Jerman. Menurut Adrie Soebono, Ibu Ainun saat itu tidak pernah mengeluh sedikit pun walaupun mengidap penyakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya menyesal saat-saat terakhir ini enggak di Jerman. Rencananya minggu depan mau ke Jerman tapi ada pekerjaan yang enggak bisa saya tinggalin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Yang lucu saat ketemu terakhir saya masih dianggap anak kecil padahal sayasudah tua begini," demikian dikisahkan Adrie Soebono.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pesawat Garuda Indonesia yang khusus diterbangkan untuk menjemput jenazah Ibu Ainun bertolak dari Jakarta besok dan dijadwalkan tiba di Jerman Senin. Pesawat ini dijadwalkan bertolak dari Jerman Selasa dan tiba kembali di Jakarta Rabu pagi&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-2830504240460452853?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/2830504240460452853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/05/ainun-istri-dan-dokter-habibie-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2830504240460452853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2830504240460452853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/05/ainun-istri-dan-dokter-habibie-dari.html' title='Ainun, Istri dan Dokter Habibie (dari Kompas.com)'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-9000085159004269741</id><published>2010-03-20T06:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T16:10:33.827-07:00</updated><title type='text'>Bukan Sengaja Canda Itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Memang dasar aku suka iseng. Lebih parah lagi keisenagnku ga liat2 tempat, ga liat sama siapa yang aku isengin. Emang dasarnya suka bercanda. Aku anggap setiap orang sama untuk bisa diajak bercanda. Kupikir selama dia kenal aku, aku kenal dia, kemungkinan besar 99,99% bisa aku ajak bercanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Tapi teori ku salah. Setiap orang memiliki karakter masing-masing. Ada yang kuat, biasa saja tanggapannya dengan candaan yg juga kuanggap biasa. Aku tak akan pernah bermasalah dengan tipe orang seperti itu dalam candaanku. Justru malah ada sebagian yang senang, tertawa sendiri bahkan menularkan pada temannya yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Yang membuatku gelisah adalah untuk yang tak suka dengan candaanku. Yang menurut mereka tidak pas, tidak tepat. Mungkin suasana hati mereka memang sedang tidak cocok untuk diajak bercanda. Mungkin sedang tak ingin tersenyum kali ya??!! Entah lah, hanya mreka dan Allah saja yang tahu suasana hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Ini juga lah yang membuatku sampai membuat posting tulisan ini. Ingin bebagi cerita saja pada yang membaca tulisan ini. Yang harus digarisbawahi dan dicetak tebal adalah, jangan pernah menganggap sama setiap orang dalam candaan. setiap orang sudah memiliki karakter masing-masing. Tak tepat kalau bercanda dengan mereka yang suasana hatinya sedang tak baik. Nah kalau untuk yang kedua ini memang agak sulit, apalagi kalau kita cuma lagi komunikasi lewat chat FB.. Aku belum tahu bagaimana solusi untuk yang kedua ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Melalui tulisan ini juga aku ingin meminta maaf untuk semua teman &amp;amp; sahabat yang pernah merasa aku sakiti karena candaanku. Tak pernah ada maksudku untuk menyakiti atau membuat goresan kasar pada hati kalian. Maksudku hanyalah hanya sekedar ingin mencairkan suasana saja. Hanya ingin membuat kalian tersenyum. Tapi ternyata salah kalau aku menganggap semuanya sama. Sekali lagi aku mohon ampun kalau memang telah menyakiti pereasaan kalian. Mohon maaf beribu kali maaf. Kalau teman2 berfikir tak ada manusia yang sempurna, tak bisa disamakan karakter setiap orang, aku juga bukan orang yang sama dengan yang lain. Aku mungkin orang yang sering keterusan kalau bercanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;Sekali lagi tapi bukan yang terakhir, aku mohon maaf kalau sudah menyakiti hati teman2 dan sahabatku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-9000085159004269741?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/9000085159004269741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/03/bukan-sengaja-canda-itu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/9000085159004269741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/9000085159004269741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/03/bukan-sengaja-canda-itu.html' title='Bukan Sengaja Canda Itu'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-5445966021533408466</id><published>2010-03-05T09:13:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T09:13:47.799-08:00</updated><title type='text'>Sahabatku Terlebih Dulu Pergi Meninggalkanku</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-weight: bold; font-family: georgia;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNURHID%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link style="font-weight: bold; font-family: georgia;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNURHID%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-weight: bold; font-family: georgia;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CNURHID%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:IN;} span.gen 	{mso-style-name:gen; 	mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	text-align:justify; 	line-height:150%;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari itu Kamis malam tanggal 28 Januari 2010. Aku dan teman kelompok tugas mata kuliah Perancangan Pabrik sibuk menyelesaikan perbaikan tugas akhir yang diberikan bu Erliza Noor, yang harus dikumpul keesokan harinya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kami menyelesaikan tugas tersebut di sekretariat Himalogin sampai tak terasa hampir jam sebelas malam. Kontan aku berfikir kostan siapa kira-kira yang akan kujadikan tempat menginap malam itu. Karena seperti biasanya, kalau aku baru selesai menggarap tugas melebihi jam malam asrama, kemungkinan besar aku pasti tak akan tidur di asrama untuk malam tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukan karena tidak boleh masuk asrama, bukan pula karena aku akan diusir oleh satpam ataupun penghuni lain, tapi lebih karena alasan moral (enak - tidak enak). Aku tidak enak kepada satpam yang berjaga malam itu, sebab aku sering mewanti-wanti adik-adik asrama untuk tidak pulang melewati jam malam, dan tak jarang pula aku menghukum adik-adik yang pulang lewat jam malam. Makanya, kalau aku pulang melewati jam malam, berarti aku mencontohkan tidak baik untuk adik-adik asrama, berarti aku pun terpaksa melanggar kata-kata yang sering aku ajarkan untuk adik-adik asrama, untuk tidak pulang melewati jam malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malam itu tak seperti malam biasanya. Perasaanku aneh. Aku selalu ingin segera pulang ke asrama. Padahal hari itu sudah masuk hari liburan semester, jadi sedang tidak ada kegiatan yang menantiku di asrama. Selesai membereskan tugas aku langsung berjalan kaki pulang ke asrama, melewati koridor-koridor fakultas yang sepi, tak ada aktivitas rapat ataupun belajar bareng seperti malam-malam perkuliahan. Suasana itu menambah semakin aneh perasaanku, yang lebih mengarah pada rasa melankolis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setibanya di pintu gerbang asrama putra, tiga orang satpam jaga terlihat membicarakan sesuatu hal yang serius. Baru tiga langkah aku melewati gerbang, Catur datang menyambutku. Wajahnya terlihat begitu sedih. Dia segera menyalamiku dan menanyaiku satu hal yang sebaiknya tak usah aku tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sudah dapat kabar tentang Ginanjar?..”Tanyanya padaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kabar apa? Emang Ginanjar kenapa, bukannya tadi dia pulang ke rumahnya?” balasku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Katanya Ginanjar kecelakaan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Dimana,,? trus sekarang gimana keadaannya?” tanyaku dengan rasa sedih bercampur penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Iya, katanya kecelakaan di Depok. Trus..” Catur berhenti sejenak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Katanya.. meninggal...”lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;INNA LILLAAHI WA INNAA.. ILAIHI RAAJI'UUN...&lt;/span&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiba-tiba hatiku mendung, terasa bagaikan akan turun hujan deras disertai angin kencang. Terjawab sudah pertanyaan kenapa perasaanku malam itu sangat aneh. Kabar tidak mengenakkan datang kepadaku dan keluarga besar asrama. Sahabat sekaligus keluargaku di asrama telah pergi terlebih dulu meninggalkanku. Tak ada lagi candanya yang mewarnai keseharianku dan rekan-rekan SR lain di asrama. Kami merasa begitu kehilangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Usai mendapat kabar itu aku dan SR putra yang lain langsung menuju Rumah Sakit Sentra Medika. Pak Irmansyah dan Pak Bonny juga turut serta mendampingi kami. Kami berangkat menggunakan mobil Kijang asrama dan Inova merah milik Pak Bonny, serta tambahan mobil Ambulance asrama. Perjalanan kami sangat lancar. Jalanan sudah sepi mendekati tengah malam itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai di halaman parkir rumah sakit sudah ada dua polisi yang berjaga. Mereka kemudian mengantar kami ke tempat jenazah. Kesunyian menyelimuti kami. Kami berjalan semakin mendekati tempat jenazah. Terlihat sesosok tubuh tertutupi kain putih, membujur di atas ranjang rumah sakit. Salah satu polisi menawarkan kami untuk melihat tubuh dibalik kain puti itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Boleh lihat.. Tapi kalau yang tidak kuat mending tidak usah lihat.!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku berdiri sekitar tiga meter darinya, tak berani mendekat lagi. Hanya beberapa teman SR yang berani mendekat. Polisi itu membuka kain putih secara perlahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kontan suasana yang mulanya sunyi menjadi ramai dengan tangis. Kulihat seseorang yang pernah kukenal tertidur di balik kain putih itu. Kepalanya dibalut perban, basah dengan warna merah. Wajahnya sudah lebam hampir tak dikenali. Darah masih mengalir dari kedua telinganya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tangisku pun kembali pecah. Aku tak kuat melihat tubuh itu. Aku segera keluar ruangan, duduk dibangku dekat ruang itu. Kututupi wajahku dengan kedua tanganku. Kuhabiskan air mataku di tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Astagfirullah.. Astagfirullahaladziim.. Astagfirullahaladziim..” Berkali-kali kubaca istigfar untuk meredakan emosiku. Kubaca terus sampai air mataku tak lagi mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami menunggu sampai jenazah selesai dimandikan pengurus rumah sakit, setelah dipersilakan oleh pihak keluarga Ginanjar. Setelah itu kami langsung meluncur menuju rumah duka di Kampung Makasar, Jakarta Timur. Jenazah dibawa mobil ambulance asrama. Untuk pertama kalinya aku satu mobil dengan jenazah, tapi tak kurasakan ada suasana menyeramkan disana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekitar jam dua malam kami sampai di rumah duka. Jenazah langsung dibaringkan di dalam rumah. Aku dan teman-teman SR lain pun kemudian menunggu di mushala sambil solat malam. Pemakaman rencananya dilangusngkan setelah solat Jum’at. Kuadukan semua perasaanku pada Allah. Aku berdoa sebisa aku bisa. Mataku kembali basah. Perasaanku begitu sendu. Gemerlap bintang malam yang terang, indah terlihat oleh orang lain, namun bagiku sangatlah suram, mereka terlihat muram, gelap tak terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Usai solat Jum’at, jenazah sekalian disolatkan oleh ratusan jamaah yang hadir. Isak tangis kembali terdengar dari beberapa jamaah yang ikut menyolatkan. Jamaah meng-aminkan doa yang dibacakan imam setelah solat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jenazah diberangkatkan menuju pemakaman Cilangkap diantar ratusan orang. Ada tiga kopaja, dua bus kecil IPB, tiga mobil pribadi, serta puluhan motor. Almarhum Ginanjar adalah orang besar, sehingga begitu banyak orang yang mengiringi kepergiannya. Dia telah membawa banyak perubahan, khususnya di asrama. Kepergiannya diiringi isak tangis banyak orang. Itu menandakan dia begitu dicintai banyak orang di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kini tak ada lagi canda seperti dulu yang mewarnai sekretariat SR asrama putra. Salah satu candanya yang kuingat adalah berbicara tentang pernikahan. Beberapa kali dia menceritakan kisah-kisah lucu pernikahan, apalagi waktu kami menghadiri pernikahan Mba Demi di Bekasi. Sepanjang perjalanan di mobil dia menghibur kami dengan cerita-cerita lucunya, sekali lagi tentang pernikahan. Dia begitu ingin menikah tak lama setelah lulus kuliah. Dia bilang ingin segera menyempurnakan separuh agamannya bersama seorang bidadari dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, Allah keburu memanggilnya ke tempat terbaik-Nya. Dia justru mendapatkan kenikmatan yang lebih indah dari bidadari dunia. Pasti sekarang dia sedang berbincang dengan bidadari calon mempelainya. Kembali bercanda dengan candaan yang terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sahabatku Ginanjar Febrianto, doa kami menyertaimu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-5445966021533408466?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/5445966021533408466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/03/sahabatku-terlebih-dulu-pergi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/5445966021533408466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/5445966021533408466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/03/sahabatku-terlebih-dulu-pergi.html' title='Sahabatku Terlebih Dulu Pergi Meninggalkanku'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-3420606058888612483</id><published>2010-02-27T06:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T14:40:16.507-08:00</updated><title type='text'>Berharap Dia Pun Tahu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku sudah mulai terbiasa. Semua yang mengganggu hatiku sudah hampir dapat kukendalikan sepenuhnya. Tak apalah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; tak ada perjumpaan. Tak masalah walau tak ada sapa dalam sisa hari ini. Paling aku hanya bisa berkirim pesan melalui orang lain. Tak lebih dari itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku hanya bisa mengadu. Hanya pada Allah tentunya. Dalam sisa malam hampir setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku hanya bisa mencurahkan semua melalui tulisan ini. Tak lebih kuberharap. Hanya ingin dia tahu bagaimana rasaku ini. Sukur-sukur dia pun merasakan hal yang sama denganku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belum pantas memang kuutarakan semua. Mungkin aku berharap terlalu muluk-muluk. Bermimpi mendapat sesuatu yang tak mungkin kudapat. Kata pepatah, bagaikan punguk merindukan bulan. Tapi apa salahnya kalau cuma sekedar meluapkan kerinduan, walaupun memang hanya sekedar kerinduan sampai ujung hariku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terakhir kalinya aku berharap semoga dia tahu bagaimana rasaku ini. Sebenar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;nya aku masih ingin membuka ruang hatiku untuk yang lain. Tapi aku tak kuasa membukanya, han&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ya dia yang tahu kode kombinasi untuk membuka kunci pengaman dalam hatiku. Pernah coba kudobrak, tapi aku tak mampu. Itu malah hanya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; melukai diriku sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu keniscayaan yang kuyakini adalah, bahwa Allah telah mengatur semuanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dia telah menuliskan jalanku dalam Lauhul Mahfudz. Aku pun tak tahu bagaimana kelanjutan kisahku ini. Y&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ng jelas aku berharap ada kebahagiaan dalam akhirnya, walau hanya sebentar kurasa. Aku sangat berharap lebih, mendapatkan kebahagiaan berjumpa dengan-Nya, ditemani bidadari-bidadari di tempat terbaik&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; yang telah disediakan-Nya. Menikmati segala sajian yang telah dihidangkan-Nya. Aku sangat mengharapkannya. Berjump&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a dengan-Nya setiap hari, dengan keadaan terbaikku.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4kzt9fAn-I/AAAAAAAAACA/9N_crdxzTJA/s1600-h/Islamic+Wallpapers+%28112%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4kzt9fAn-I/AAAAAAAAACA/9N_crdxzTJA/s400/Islamic+Wallpapers+%28112%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442938489345712098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-3420606058888612483?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/3420606058888612483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/berharap-dia-pun-tahu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/3420606058888612483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/3420606058888612483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/berharap-dia-pun-tahu.html' title='Berharap Dia Pun Tahu'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4kzt9fAn-I/AAAAAAAAACA/9N_crdxzTJA/s72-c/Islamic+Wallpapers+%28112%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-2720963658322284280</id><published>2010-02-22T16:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T17:02:41.436-08:00</updated><title type='text'>Sepasang Angsa Putih Itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4MdrTDwPKI/AAAAAAAAABY/5rFcu8Zwgak/s1600-h/b.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 233px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4MdrTDwPKI/AAAAAAAAABY/5rFcu8Zwgak/s400/b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441225404481289378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beraromakan Kesucian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penuh Penghargaan dan Penghormatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saling Mencintai dengan Ketulusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku begitu iri melihat kedua angsa putih itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalinan Kasihnya Tampak Mempesona&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan Mereka Saja yang merasakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi Orang yang melihatnyapun pasti tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Betapa besarnya rasa cinta mereka,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka tampak Begitu Setia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;paduan kedua leher itu,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;membentuk lambang hati simbol cinta mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aku begitu iri pada sepasang angsa putih itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga akupun bisa mengikuti jejak mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;semoga aku bisa menemukan angsa putihku nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang senantiasa bisa memahamiku apa adanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam segala keterbatasanku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kupasrahkan semua padamu ya Rabb,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-2720963658322284280?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/2720963658322284280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/sepasang-angsa-putih-itu.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2720963658322284280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2720963658322284280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/sepasang-angsa-putih-itu.html' title='Sepasang Angsa Putih Itu'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S4MdrTDwPKI/AAAAAAAAABY/5rFcu8Zwgak/s72-c/b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-2104808359431775064</id><published>2010-02-17T15:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T15:52:06.194-08:00</updated><title type='text'>GALUDRA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bismillahirrahmanirraahiim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;       Selama dua pekan kemarin aku melakukan pendampingan masyarakat di sebuah  desa bernama Desa Galudra. Termasuk dalam lingkup administrasi  Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Sebuah desa yang sangat indah,  dengan berbagai potensi perkebunan yang begitu membuat hati ingin terus  berlama-lama di desa itu. Tugasku di sana adalah sebagai pendamping  Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga), tepatnya Posdaya AN-NUUR Galudra.  Posdaya ini merupakan salah satu binaan IPB dan Yayasan Dana Sejahtera  Mandiri. Bertujuan untuk lebih memberdayakan masyarakat yang ada di  sekitar lingkup Posdaya, khususnya dalam hal pendidikan, kewirausahaan,  lingkungan, dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Banyak hal telah kupelajari dari masyarakat sekitar, terutama belajar  tentang kehidupan. Begitu polosnya masyarakat desa itu, betapa sulitnya  akses menuju kesana. Begitu gigihnya setiap penduduk dalam  memperjuangkan hidupnya, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak tak  terkecuali, namun tidak demikian dengan masalah pendidikan. Kesadaran  masyarakat akan pentingnya pendidikan begitu rendah. Orang tua lebih  mendukung anaknya pergi ke kebun wortel, daun bawang, brokoli, cabai,  ataupun kebun kubis untuk bercocok tanam daripada harus bersusah payah  pergi sekolah. Mereka lebih memilih pasrah dengan garis takdirnya untuk  tetap apa adanya, tak perlu anaknya harus bersekolah tinggi. Bahkan  sudah menjadi suatu hal yang luar biasa bagiku apabila ada anak yang  sampai lulus SD. Mungkin jemari tanganku pun rasanya mubazir untuk  menghitung jumlah anak-anak yang melanjutkan sampai SMP. Entah kenapa  masyarakat begitu sulit untuk diajak maju melalui pendidikan. Wanita di  desa itu tak boleh pintar, karena paling hanya akan ke dapur nantinya.  Apakah mereka tak tahu dan tak mau tahu program-program pemerintah untuk  mencapai MDGS, serta tidak ingin membantu mewujudkan Indonesia yang  bebas buta huruf? Segala kemungkinan pasti ada dan bisa saja terjadi.  Tapi itu nanti sajalah kita bahas kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sekarang aku ingin coba beralih pada masalah lain dulu, mungkin bagi  sebagian orang merupakan hal yang sensitif, karena ini menyangkut  keyakinan yang mereka anut, dan termasuk juga aku di dalamnya. Dilihat  dari segi keagamaan, masyarakat Jawa Barat khususnya Cianjur merupakan  masyarakat yang terkenal sangat religius, begitu fanatik akan Islam  sebagai kepercayaannya. Banyak ulama besar yang dibesarkan oleh Jawa  Barat, sebut saja misalnya Aa Gym, KH. Didin Hafiduddin, Ust. Subhki Al  Bughuri, dan banyak lagi yang lain. Mereka tentu sangat tak asing lagi  di telinga kita kawan.. Namun, apa bedanya masyarakat galudra dengan  para ulama terkemuka tersebut? Jawaban mendasar yang kukeluarkan adalah  tentu saja mereka berbeda nasib, berbeda takdir hidup yang mereka  jalani. Tapi bukan itu yang penting disoroti. Perlulah kita mencari tahu  sebab musabab adanya perbedaan nasib tersebut. Sekali lagi aku bilang,  nanti saja kita bahas itu kawan.. Aku ingin cerita dulu bagaimana  kehidupan beragama masyarakat desa itu. Mereka begitu ingin mencontoh  ajaran agama yang diturunkan nenek moyangnya, seperti kehidupan para  wali terdahulu. Dalam ibadahnya begitu tradisional. Tak boleh ada  speaker dalam masjid, sehingga tak pernah ada kumandang adzan terdengar  di lingkungan desa. Sebelumnya bahkan listrik pun tak boleh mengalir  dalam masjid, sehingga hanya ada lampu teplok sebagai penerangan masjid.  Sungguh begitu kuat keinginan mereka mencontoh para wali. Orang yang  beribadah solat di masjid harus memakai sarung, tak boleh ada celana  panjang atau kau akan jadi bahan omongan. Ini pun terjadi padaku,  beberapa kali aku solat berjamaah di masjid, banyak mata yang melihat  padaku. Seakan aku orang asing yang tak pantas untuk masuk ke rumah  ibadah mereka. Padahal kalau di kota memakai celana ke masjid sudah  menjadi suatu hal yang wajar-wajar saja. Percayakah kau kawan? Itu  terserahlah, yang jelas aku sudah melihat dan merasakannya langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Masalah lain yang juga dirasakan masyarakat adalah dalam hal pelayanan  kesehatan. Letak puskesmas dengan desa begitu jauh, akses ke sana pun  sulit untuk dijangkau. Terlebih untuk potongan desa yang bernama Pasir  Malang. Memang sangatlah malang desa itu. Tak ada mobil yang boleh masuk  ke desa itu, karena memang tak ada akses jalan yang memungkinkan mobil  untuk menuju kesana. Dari tempatku menginap di desa galudra tengah,  dibutuhkan waktu lebih kurang 45 menit berjalan kaki untuk sampai ke  Pasir Malang. Bisa saja memang naik motor, tapi hanya orang-orang ahli  dan terlatih, biasa dengan jalanan off road yang rusak parah stadium 4  yang bisa melewati jalanan menuju Pasir Malang. Sedikit kau lupa  menginjak rem atau terlepas tarikan gas motormu saat menanjak dan  menurun, bersiaplah untuk terjun bebas meluncur ke jurang. Paling baik  adalah kau akan tersangkut di dahan pohon tepi jurang, sedangkan motormu  harus kau ikhlaskan pergi meninggalkanmu. Lalu bagaimana jika kau  tersangkut, kemudian kau berteriak minta tolong, mungkin kau harus sabar  sampai hanya ada Malaikat Izrail yang akan menolongmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitulah sulitnya akses kesana kawan, sehingga masyarakat sangatlah  sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berhak mereka terima.  Kabarnya sudah beberapa kali ada dokter yang ditugaskan di puskesmas  desa. Dokter yang mendapatkan gelarnya di kota. Namun, ternyata mereka  tak kuat. Mereka tak mampu bertahan lama mengabdi di desa itu.  Maklumlah, dokter-dokter itu sudah terbiasa dengan kehidupan mewah di  kota, jadi akan sangat sulit untuk beradaptasi hidup di desa yang belum  pernah ada kata mewah dalam kamus kehidupan di sana. Sulit memang  menemukan seorang dokter yang ikhlas mengabdi untuk masyarakat, yang tak  peduli dimana mereka berada. Tapi aku percaya suatu saat nanti pasti  akan ada orangnya, seorang dokter baik yang tanpa pernah pandang tempat,  waktu, dan pasien. Seorang dokter yang menjadikan ilmu yang didapatnya  sebagai ilmu yang bermanfaat. Semoga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Keadaan tersebut seolah-olah sebagai pembenaran bahwa orang tak mampu  tak boleh sakit. Mereka harus terus bisa hidup sehat. Bagi mereka,  askeskin pun tak lebih dari sekedar kartu berwarna hijau yang sebenarnya  mereka tah paham kegunaannya. Jika sakit bisa saja keluarga mereka tak  bisa makan. Tahu kenapa? Karena keluarga mereka harus mengurusnya saat  sakit sehingga tak bisa pergi ke kebun, tak ada hasil dari kebun yang  bisa dijual untuk membeli beras. Lain lagi apabila ada ibu-ibu yang  melahirkan. Paling mereka hanya ditolong oleh dukun beranak yang tak  pernah mengenal bangku sekolah. Mana kenal mereka dengan istilah cesar,  prematur, ikat kandungan, ataupun istilah sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Terlepas dari semua masalah itu, aku bersyukur melihat tingginya  semangat yang terpancar dari anak-anak desa itu untuk bisa merasakan  masa depan yang lebih baik. Aku menyebut mereka laskar pelangi jilid 2.  Cerita yang mereka jalani memang amatlah mirip dengan cerita kecil  andrea hirata. Hanya berbeda setting waktu, tempat, dan tokoh di  dalamnya. Anak-anak di desa itu juga memiliki cita-cita yang tinggi  seperti kebanyakan anak-anak lain di kota. Tepatnya mereka baru mulai  berani bercita-cita tinggi. Tak ingin lagi hanya menjadi tukang cabut  wortel di kebun, tak ingin lagi hanya sibuk membersihkan sayuran hasil  panen untuk dijual ke pasar, mereka tak ingin lagi. Aku rasa mereka juga  sudah bosan dengan kehidupan mereka yang serba susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Aku jadi bingung dan penasaran terhadap pemerintah, baik pusat maupun  daerah. Mereka bilang anggaran pendidikan sudah mencapai 20 persen dari  APBN, lalu kemanakah larinya uang tersebut? Kupikir sungguh aneh, untuk  sebuah desa yang sudah memang sangat pantas dan membutuhkan dibangunnya  sekolah, justru SD pun tak ada. Anak-anak harus menempuh perjalanan jauh  meniti tepi jurang, merentas jalanan berbatu, melewati medan berat  berlumpur. Tahun lalu pernah ada wacana akan dibangun SD di pinggir  desa. Sudah disiapkan tanah hibah dari seorang dermawan yang tinggal di  Jakarta. Masyarakat sepakat pembangunan gedungnya akan mengajukan dana  pada pemerintah, dan salah satu tokoh desa pun mengsusulkan menggunakan  dana PNPM. Hampir mendekati tanggal pengesahan proyek pembangunan  tersebut, justru terjadi lempar tanggung jawab antara pengurus PNPM  dengan Dinas Pendidikan. Pengurus PNPM merasa untuk membangun SD  bukanlah tanggung jawab mereka, dan Dinas Pendidikan pun tak peduli  dengan kondisi tersebut, tak ada pejabat atau petingginya yang datang  menacairkan suasana. Akhirnya sampai sekaranglah belum sempat berdiri  sebuah sekolah di desa itu. Mereka bapak-bapak berpakaian safari belum  mau berkunjung ke desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pak camat pun pernah berjanji akan berkunjung ke desa, tapi dia berpesan  ke salah satu tokoh desa untuk tidak mengadakan penyambutan. Tahukah  maksudnya kawan? Maksudnya adalah agar masyarakat tidak tahu kalau camat  datang ke desa itu. Pak camat tidak mau menemui masyarakat desa. Dia  bilang kalau bertemu masyarakat desa pasti akan ada banyak keluhan  masalah. Aneh memang. Seorang pejabat yang diberi amanah untuk memimpin  warganya justru tak mau berjumpa dengan warganya, walaupun hanya sekedar  mendengarkan keluhan saja. Naudzubillah, semoga aku tak sampai  demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Semoga ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita, betapa memang masih  banyak masyarakat yang tidak seberuntung kita. Tak bolehlah kita  menghianati amanah yang dipikulkan pada kita, khususnya dalam belajar.  Semoga kita bisa banyak berkorban, apapun yang bisa kita berikan untuk  sekitar kita. Tak perlulah kita menyalahkan pemerintah, yang katanya  program 100 harinya tercapai lebih dari 90%. Kementerian Pendidikan  gencar sekali mengkampanyekan program wajib belajar 9 tahun, entah itu 9  tahun untuk siapa. Kementerian Komunikasi dan Informasi yang kabarnya  sudah melaksanakan 99,4% program 100 harinya, termasuk 25.000 desa  berdering dan desa pinter (pakai internet), tak dirasakan oleh warga  desa ini. Sekedar informasi tambahan kawan, bahwa di desa galudra belum  ada saluran telepon yang tersambung, jadinya internet pun tak ada,  bahkan sinyal HP saja terkadang ada terkadang tidak, tergantung kemana  arah angin bertiup. Akhirnya begitulah nasih desa galudra. Masyarakat di  sana belum terbuka dengan akses informasi luar, sehingga begitu  tradisional termasuk dalam hal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Kementerian PU yang begitu gencar membangun banyak jalan tol  mewah, mungkin khilaf dengan kondisi jalan ayang ada di desa galudra,  atau mereka merasa itu bukanlah tanggung jawabnya? Kementerian Kesehatan  yang mentargetkan Indonesia sehat 2010. Di desa galudra ditemukan ada  anak yang menderita gizi buruk, aku melihatnya secara langsung kawan,  bahkan katanya sebelum aku datang ke desa itu sempat ada anak yang  meninggal karena gizi buruk. Aku tahu memang negara ini begitu luas,  sehingga mereka bapak dan ibu menteri sangatlah sibuk mengurusnya. Tapi  aku pikir sungguh ironis, di sebuah desa yang letaknya tak jauh dari  Bandung, Ibu Kota Jawa Barat masih ditemukan hal semacam itu. Bahkan  desa itu cukup dekat juga dengan Jakarta. Atau mereka bapak dan ibu  menteri sedang sibuk memikirkan isu resufhle kabinet? Entahlah, yang  jelas aku mohon doanya semoga negara ini bisa menjadi negara yang lebih  baik di segala bidang. Aamiin..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-2104808359431775064?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/2104808359431775064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/galudra_17.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2104808359431775064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/2104808359431775064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/galudra_17.html' title='GALUDRA'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7732611747358124379.post-8890138869861067638</id><published>2010-02-17T07:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T16:39:15.455-08:00</updated><title type='text'>Pentingkah Menulis??</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     Sebuah pertanyaan sederhana yang kupikir pantas sebagai judul postingan awalku ini. Bagi sebagian orang pertanyaan tersebut mungkin sudah sering mereka dengar, dan kupikir mereka pasti sudah mendapatkan jawabannya, walaupun itu subjektif. Tentunya aku tak mau kalah dengan mereka, tepatnya tak boleh kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;       Aku baru saja memberanikan diri untuk mulai menulis, mencoba untuk bisa menuangkan pikiran dan perasaanku dalam sebuah rangkain huruf dan kata. Agak sulit memang, mungkin juga sudah cukup terlambat, karena orang seumuranku harusnya minimal sudah menghasilkan satu karya, bisa seperti buku catatan harian, cerpen, novel, atau apapun itu. Terkadang aku jadi iri dengan teman-temanku yang sudah menerbitkan karya mereka, baik berupa artikel di koran maupun majalah, cerpen, dan bahkan ada yang sudah menrbitkan buku serta novel fiksi. Begitu luar biasanya mereka. Sekali lagi, aku tak mau kalah. Minimal aku hanya menulis di blog ini saja untuk konsumsi pribadi atau siapa saja yang berkenan membaca tulisan-tulisanku ini. InsyaAllah suatu hari nanti aku akan mengikuti jejak mereka yang sudah menelurkan karyanya dalam sebuah buku, sehingga dapat dinikmati banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     Ada yang berpendapat bahwa menulis adalah salah satu bukti eksistensi diri. Bahkan mungkin sebagai ajang bernarsis ria serta membanggakan diri. Sebuah tulisan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan kritik dan masukan bagi para pelaku kesalahan. Tulisan juga bisa dijadikan sebagai jalan untuk mengutarakan rasa cinta pada seseorang, pada suatu hal, pada suatu kejadian. Inilah yang banyak dilakukan orang-orang dulu, dimana mereka mengungkapkan perasaan cintanya melalui surat yang langsung mereka tulis sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      Bagiku, bisa jadi suatu hari nanti tulisan juga akan menjadi lokomotifku untuk membawa rangkaian perasaan yang terjalin indah dalam hatiku. InsyaAllah. Pokoknya mulai sekarang aku sempatkan sebisa mungkin untuk menulis. Apapun itu.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7732611747358124379-8890138869861067638?l=nuruhidayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/feeds/8890138869861067638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/pentingkah-menulis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/8890138869861067638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7732611747358124379/posts/default/8890138869861067638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nuruhidayat.blogspot.com/2010/02/pentingkah-menulis.html' title='Pentingkah Menulis??'/><author><name>Nur Hidayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11853550170147646377</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_dPOVbtt0Ykg/S3yDguChcSI/AAAAAAAAAAk/V0CGJ-vGvlY/S220/17454_1240735390611_1596102823_30615311_4482169_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
